PAPER EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR “PD3I dan Penyakit Karena Tidak Imunisasi Dasar”

PAPER
EPIDEMIOLOGI PENYAKIT MENULAR
“PD3I dan Penyakit Karena Tidak Imunisasi Dasar”

Dosen : Hamdan, SKM., MPH



Rima Ajeng Nur Raihan
(CMR0180025)


Kesmas Tingkat 2 Reguler A


STIKes Kuningan
Jalan Lingkar Kadugede No. 02 Kuningan, Jawa Barat. Telp. 0232-875847

PENGERTIAN IMUNISASI
Imunisasi adalah suatu upaya untuk menimbulkan/meningkatkan kekebalan seseorang secara aktif terhadap suatu penyakit, sehingga apabila suatu saat terpajan dengan penyakit tersebut tidak akan sakit atau hanya mengalami sakit ringan.

PENGERTIAN VAKSIN
Vaksin adalah antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati, masih hidup tapi dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, yang telah diolah, berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid, protein rekombinan yang apabila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit infeksi tertentu.

SASARAN IMUNISASI
Sasaran imunisasi yaitu bayi, Batita, anak usia SD kelas 1, 2, 3, dan wanita usia subur.

PENYAKIT YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)
Ada banyak penyakit menular di Indonesia yang dapat dicegah dengan imunisasi
selanjutnya disebut dengan Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Dengan mempelajari konsep dalam tabel berikut ini, Anda dapat mengetahui jenis penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi antara lain sebagai berikut :
  1. Diphteri, penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphtheriae.
  2. Pertusis, penyakit pada saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis. (batuk rejan)
  3. Tetanus, penyakit yang disebabkan oleh Clostridium tetani yang menghasilkan neurotoksin.
  4. Tuberkulosis, penyakit yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosa disebut juga batuk darah.
  5. Campak, penyakit yang disebabkan oleh virus myxovirus viridae measles.
  6. Poliomyelitis, penyakit pada susunan saraf pusat yang disebabkan oleh virus polio tipe 1, 2, atau 3. Secara klinis menyerang anak di bawah umur 15 tahun dan menderita lumpuh layu akut (acute flaccid paralysis = AFP).
  7. Hepatitis B, penyakit yang disebabkan oleh virus hepatitis B yang merusak hati (penyakit kuning).
  8. Hemofilus Influenza tipe b (Hib), salah satu bakteri yang dapat menyebabkan infeksi dibeberapa organ, seperti meningitis, epiglotitis, pneumonia, artritis, dan selulitis. Banyak menyerang anak di bawah usia 5 tahun, terutama pada usia 6 bulan–1 tahun.
  9. HPV (Human papiloma Virus), virus yang menyerang kulit dan membran mukosa manusia dan hewan.

IMUNOLOGI PD3I
Imunologi adalah ilmu yang sangat kompleks mempelajari tentang sistem kekebalan tubuh. Perlindungan terhadap penyakit infeksi dihubungkan dengan suatu kekebalan. 
Sistem kekebalan adalah suatu sistem yang rumit dari interaksi sel yang tujuan utamanya adalah mengenali adanya antigen. Antigen dapat berupa virus atau bakteri yang hidup atau yang sudah diinaktifkan. Jenis kekebalan terbagi menjadi kekebalan aktif dan kekebalan pasif.
Kekebalan Aktif adalah perlindungan yang dihasilkan oleh sistem kekebalan seseorang sendiri dan menetap seumur hidup. Kekebalan Pasif adalah kekebalan atau perlindungan yang diperoleh dari luar tubuh bukan dibuat oleh tubuh itu sendiri.

JENIS IMUNISASI
Berikut ini bagan pembagian jenis imunisasi :
  1. Imunisasi Wajib. Imunisasi wajib merupakan imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah untuk seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dan masyarakat sekitarnya dari penyakit menular tertentu. Imunisasi wajib terdiri atas imunisasi rutin, imunisasi tambahan, dan imunisasi khusus.
  2. Imunisasi Pilihan. Imunisasi pilihan merupakan imunisasi yang dapat diberikan kepada seseorang sesuai dengan kebutuhannya dalam rangka melindungi yang bersangkutan dari penyakit menular tertentu, yaitu vaksin MMR, Hib, Tifoid, Varisela, Hepatitis A, Influenza, Pneumokokus, Rotavirus, Japanese Ensephalitis, dan HPV.
PENYAKIT KARENA TIDAK IMUNISASI DASAR
Berikut ini jenis-jenis imunisasi dasar dan indikasi penyakitnya bila tidak di imunisasi :
1. Vaksin BCG & pelarut
Vaksin BCG merupakan vaksin beku kering yang mengandung Mycrobacterium bovis hidup yang dilemahkan (Bacillus Calmette Guerin), strain paris. Indikasi: Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap tuberkulosis.
2. Vaksin DPT-HB-HIB
Vaksin DTP-HB-Hib digunakan untuk pencegahan terhadap difteri, tetanus, pertusis (batuk rejan), hepatitis B, dan infeksi Haemophilus influenzae tipe b secara simultan. Kontra indikasi: Kejang atau gejala kelainan otak pada bayi baru lahir atau kelainan saraf serius .
3. Vaksin Hepatitis B
Vaksin virus recombinan yang telah diinaktivasikan dan bersifat non-infecious, berasal dari HBsAg. Kontra indikasi: Penderita infeksi berat yang disertai kejang.
4. Vaksin Polio dan droplet
Vaksin Polio Trivalent yang terdiri dari suspensi virus poliomyelitis tipe 1, 2, dan 3 (strain Sabin) yang sudah dilemahkan. Indikasi: Untuk pemberian kekebalan aktif terhadap poliomielitis. Kontra indikasi: Pada individu yang menderita immune deficiency tidak ada efek berbahaya yang timbul akibat pemberian polio pada anak yang sedang sakit.
5. Vaksin Polio IPV
Bentuk suspensi injeksi. Indikasi: Untuk pencegahan poliomyelitis pada bayi dan anak immunocompromised, kontak di lingkungan keluarga dan pada individu di mana vaksin polio oral menjadi kontra indikasi. Kontra indikasi: 1)Sedang menderita demam, penyakit akut atau penyakit kronis progresif. 2)Hipersensitif pada saat pemberian vaksin ini sebelumnya. 3)Penyakit demam akibat infeksi akut: tunggu sampai sembuh. 4)Alergi terhadap Streptomycin.
6. Vaksin campak dan pelarut
Vaksin virus hidup yang dilemahkan. Indikasi: Pemberian kekebalan aktif terhadap penyakit campak. Kontra indikasi: Individu yang mengidap penyakit immune deficiency atau individu yang diduga menderita gangguan respon imun karena leukemia, limfoma.

DAFTAR ISI
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Buku Ajar Imunisasi. Jakarta : Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan

Komentar

Postingan populer dari blog ini

PAPER KAITANNYA PENYAKIT DISENTRI AKIBAT VEKTOR LALAT DENGAN KESEHATAN PELABUHAN

PAPER MANAJEMEN BENCANA PADA GEMPA BUMI LOMBOK

REVEIW PEMBELAJARAN PERTEMUAN 1 MATA KULIAH SURVEILANS EPIDEMIOLOGI